Sabtu, 07 Juni 2014

Strain Gauge



Sensor strain gauge adalah sensor yang digunakan untuk mengukur berat atau beban dari suatu benda dalam ukuran besar. 


Gambar Konstruksi Strain Gauge













Prinsip Kerja
Ketika terjadi regangan pada suatu benda uji (specimen) yang telah di pasangi strain gauge, maka regangan itu terhantarkan melalui alas gauge (isolatif) pada foil atau penghantar resistif di dalam gauge tersebut. Hasilnya adalah foil atau penghantar halus tadi akan mengalami perubahan nilai resistansinya. Perubahan resistansi ini berbanding lurus terhadap besarnya regangan.

Aplikasi
Sensor strain gauge ini sering diaplikasikan pada jembatan timbang mobil atau alat ukur berat dalam skala besar.
 


Ide Pengembangan
Alat ini dipasang pada Gym untuk mengukur berat beban angkatan yang anda dapat angkat agar efektif dalam berolahraga. Mula-mula anda mengukur berat badan anda dahulu, lalu akan diakumulasikan dengan besarnya beban yang dapat anda angkat. Alat ini juga diberi countdown timer agar anda tidak terlalu lama dalam angkat beban.

Senin, 19 Mei 2014

Tinjauan Pustaka - Penyakit Malaria Dan Alat Deteksi Dini Penyakit Malaria


     Pengertian Malaria

Penyakit malaria adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit malaria, yang
merupakan suatu protozoa darah termasuk :
Filum : Apicomplexa
Klas : Sporozoa
Sub klas : Cocidiidae
Ordo : Eucoccidiidae
Sub ordo : Haemosporidiidae
Familia : Plasmodiidae
Genus : Plasmodium
Genus plasmodium secara umum dibagi menjadi 3 (tiga) sub genus yaitu sub genus
plasmodium dengan spesies yang menginfeksi manusia adalah Plasmodium vivax,
Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae, sub genus laverania dengan spesies
yang menginfeksi manusia adalah Plasmodium falciparum dan sub genus vinckeia
yang hanya menginfeksi kelelawar dan binatang pengerat lainnya (Depkes, 1999).

Definisi penyakit malaria menurut World Health Organization (WHO)
adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit malaria (plasmodium) bentuk aseksual
yang masuk ke dalam tubuh manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria
(Anopheles spp) betina. Definisi penyakit malaria lainnya adalah suatu jenis
penyakit menular yang disebabkan oleh agent tertentu yang infektif dengan perantara
suatu vektor dan dapat disebarkan dari suatu sumber infeksi kepada host. Penyakit
malaria termasuk salah satu penyakit menular yang dapat menyerang semua orang,
bahkan mengakibatkan kematian terutama yang disebabkan oleh parasit Plasmodium
falciparum (Depkes, 2003a).

Penularan 
Tingkat penularan malaria dapat berbeda tergantung pada faktor setempat, seperti pola 
curah air hujan (nyamuk berkembang biak pada lokasi basah), kedekatan antara lokasi 
perkembangbiakan nyamuk dengan manusia, dan jenis nyamuk di wilayah tersebut. 
Beberapa daerah memililki angka kasus yang cenderung tetap sepanjang tahun – Negara 
tersebut digolongkan sebagai "endemis malaria ". Di daerah lain, ada “musim malaria” 
yang biasanya berhubungan dengan musim hujan. 
Epidemik yang luas dan berbahaya dapat terjadi ketika parasit yang bersumber dari 
nyamuk masuk ke wilayah di mana masyaratnya memiliki kontak dengan parasit namun memiliki sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki kekebalan terhadapa malaria. 
Atau, ketika orang dengan tingkat kekebalan rendah pindah ke wilayah yang memiliki 
kasus malaria tetap. Epidemik ini dapat dipicu dengan kondisi iklim basah dan banjir, 
atau perpindahan masyarakat akibat konflik.

 

   Gejala Malaria
Tanda gejala penyakit malaria ini ada beberapa tahapan tersendiri. Yaitu hal-hal yang bisa kita kenali antara lain adalah :
1. Penderita malaria akan menjadi lemah serta nafsu makan akan menurun. Kulit akan berubah menjadi kemerahan dan selama tidur sering mengigau.
2. Gejala penyakit malaria ini berupa demam tinggi dan sakit kepala. Penderita menggigil atau gemetar selama 15 menit sampai satu jam.
3. Pucat. Hal ini disebabkan karena kurang darah. Dan ini termasuk dalam tanda penyakit malaria.
4. Pada malaria anak, gejala spesifik daerah umumnya akan ditandai dengan gejala diare.
5. Pada usia anak-anak serangan malaria dapat menimbulkan gejala aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rongga otak. Bahkan lebih serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak.

Pencegahan
Ada beberapa hal yang menyangkut cara dan tips pencegahan malaria itu sendiri. Ada beberapa cara mencegah penyakit malaria adalah : 

1. Menghindari gigitan nyamuk, tidur memakai kelambu, menggunakan obat nyamuk, memakai obat oles anti nyamuk, pasang kawat kasa pada ventilasi, menjauhkan kandang ternak dari rumah, mengurangi berada di luar rumah pada malam hari.
2. Pengobatan pencegahan, 2 hari sebelum berangkat ke daerah malaria, dengan pemberian obat yaitu minum obat doksisilin 1 x 1 kapsul / hari sampai 2 minggu setelah keluar dari lokasi endemis malaria.
3. Membersihkan lingkungan, menimbun genangan air, membersihkan lumut, gotong royong membersihkan lingkungan sekitar, mencegahnya dengan kentongan. Ini adalah bentuk dari usaha untuk pencegahan malaria.
4. Menebarkan pemakan jentik, menekan kepadatan nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik. Seperti ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair.
5. Penanaman padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering atau pengeringan sawah secara berkala.
6. Usahakan melakukan penyemprotan rumah dengan DDT yang diusahakan oleh pemerintah.

Mencegah penyakit malaria adalah lebih baik daripada mengobatinya. Maka dari itu Kelompok kami akan menciptkan Alat yang akan menanggulangi segala permasalahan yang timbul akibat penyakit malaria.


SENSOR

   Sensor Ultrasonik
Sensor Ultrasonik adalah alat elektronika yang kemampuannya bisa mengubah dari energy listrik menjadi energy mekanik dalam bentuk gelombang suara ultrasonic. Sensor ini terdiri dari rangkaian pemancar Ultrasonic yang dinamakan transmitter dan penerima ultrasonic yang disebut receiver. Alat ini digunakan untuk mengukur gelombang ultrasonic. Gelombang ultrasonic adalah gelombang mekanik yang memiliki cirri-ciri longitudinal dan biasanya memiliki frekuensi di atas 20 Khz. Gelombong Utrasonic dapat merambat melalui zat padat, cair maupun gas. Gelombang Ultrasonic adalah gelombang rambatan energi dan momentum mekanik sehingga merambat melalui ketiga element tersebut sebagai interaksi dengan molekul dan sifat enersia medium yang dilaluinya.
Gambar Sensor Ultrasonik









Ada beberapa penjelasan mengenai gelombang ultrasonic. Sifat dari gelombang ultrasonik yang melalui medium menyebabkan getaran partikel dengan medium aplitudo sama dengan arah rambat longitudinal sehingga menghasilkan partikel medium yang membentuk suatu rapatan atau biasa disebut Strain dan tegangan yang biasa disebut Strees. Proses lanjut yang menyebabkan terjadinya rapatan dan regangan di dalam medium disebabkan oleh getaran partikel secara periodic selama gelombang ultrasonic lainya. Gelombang ultrasonic merambat melalui udara dengan kecepatan 344 meter per detik, mengenai obyek dan memantul kembali ke sensor ultrasonik. Seperti yang telah umum diketahui, gelombang ultrasonik hanya bisa didengar oleh makhluk tertentu seperti kelelawar dan ikan paus. Kelelawar menggunakan gelombang ultrasonic untuk berburu di malam hari sementara paus menggunakanya untuk berenang di kedalaman laut yang gelap.

   Sensor Suara
Sensor Suara adalah sensor yang memiliki cara kerja merubah besaran suara menjadi besaran listrik. Pada dasarnya prinsip kerja pada alat ini hampir mirip dengan cara kerja sensor sentuh pada perangkat seperti telepon genggam, laptop, dan notebook. Sensor ini bekerja berdasarkan besar kecilnya kekuatan gelombang suara yang mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang memiliki kumparan kecil dibalik membran tersebut naik dan turun. Kecepatan gerak kumparan tersebut menentukan kuat lemahnya gelombang listrik yang dihasilkannya. Salah satu komponen yang termasuk dalam sensor ini adalah Microphone atau Mic. Mic adalah komponen eletronika dimana cara kerjanya yaitu membran yang digetarkan oleh gelombang suara akan menghasilkan sinyal listrik.
Gambar Sensor Suara










   Sensor Suhu
Sensor Suhu adalah komponen yang biasanya digunakan untuk merubah panas menjadi listrik untuk mempermudah dalam menganalisa besarannya. Untuk membuatnya ada dua cara yaitu dengan menggunakan bahan logam dan bahan semikonduktor. Cara ini digunakan karena logam dan bahan semikonduktor bisa berubah hambatannya terhadap arus listrik tergantung pada suhunya. Pada logam semakin besar suhu maka nilai hambatan akan semakin naik, berbeda pada bahan semikonduktor, semakin besar suhu maka nilai hambatan akan semakin turun. Ada empat macam sensor suhu antara lain; Thermokopel, Thermistor, RTD (Resistance Temperature Detectors), dan IC LM 35. Tentunya tiap jenis alat tersebut mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda.
Gambar Sensor Suhu IC LM35
















Sumber :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/
http://penyebab-penyakit.com/2013/06/penyebab-penyakit-malaria-gejala.html
http://tautanpena.blogspot.com/2013/05/Penyebab-Cara-Pencegahan-Malaria.html?m=1
http://komponenelektronika.biz/sensor-ultrasonik.html
http://komponenelektronika.biz/sensor-suara.html
http://komponenelektronika.biz/sensor-suhu.html

Rabu, 16 April 2014

Sensor Suhu



Bimetal
Sensor ini mengubah mampu besaran suhu menjadi gerakan. Sensor ini terbuat dari dua buah logam yang disatukan atau direkatkan menjadi satu. 
 
Cara kerja  
Setiap logam mempunyai koefisien muai yang berbeda-beda maka jika dua buah logam yang memiliki koefisien muai yang bebeda disatukan maka gabungan kedua logam itu akan melengkung jika dipanasi.

Aplikasi
Bimetal dapat dibentuk menjadi saklar Normally Closed (NC) atau Normally Open  (NO). Konsep dasar pembuatan sensor suhu bimetal adalah memanfaatkan koefisien muai dari dua logam yang berbeda dan diaplikasikan sebagai sebuah saklar Normally Closed (NC) atau Normally Open  (NO) yang akan berubah posisi pada saat temperatur/suhu dingin dan panas.

Contoh alat : Setrika, Lampu Dimer, Rice Cooker

Main Map
 

Thermokopel
Thermokopel adalah suatu sensor suhu yang mengubah besaran suhu menjadi besaran tegangan.
Dasar pembuatan thermokopel terinspirasi oleh sifat logam yang jika kedua ujungnya diberi perbedaan suhu dan menghasilkan tegangan. Thermokopel dibagi menjadi beberapa jenis, pembagian ini didasarkan oleh logam logam penyusun thermokopel.

Jenis jenis 
1. Tipe K (Chromel / Alumel)
Tipe K adalah termokopel yang berbiaya murah dan umum digunakan, karena popularitasnya itu termokopel jenis ini tersedia dalam berbagai macam probe.termokopel tersedia untuk rentang suhu di -200 ° C sampai +1200 ° C. Sensitivitasnya adalah kira-kira 41 v / ° C.

2. Tipe E (Chromel / konstanta)
Tipe E memiliki output yang tinggi (68 v / ° C) yang membuatnya cocok untuk digunakan pada suhu rendah (cryogenic).  Properti lainnya dari tipe E ini adalah tipe non magnetik.

3. Tipe J (Iron / konstanta)
Jangkauan pengukurnnya terbatas, hanya -40 hingga 750 ° C membuat termokopel jenis ini kurang populer dibandingkan dengan tipe K. Termokopel tipe J ini tidak boleh digunakan di atas 760 ° C.

4. Tipe N (Nicrosil / Nisil)
Stabilitas tinggi dan ketahanannya terhadap oksidasi suhu tinggi membuat tipe N cocok untuk pengukuran suhu tinggi tanpa platinum. Dapat mengukur suhu di atas 1200 °C. Sensitifitasnya sekitar 39 µV/°C pada 900 °C, sedikit di bawah tipe K. Tipe N merupakan perbaikan dari tipe K

5. Tipe B (Platinum / Rhodium)
Cocok untuk pengukuran suhu tinggi hingga 1800 ° C. Disebut termokopel "B" karena bentuk suhu / tegangan kurva mereka  yang menyerupai huruf "B", dan memberikan output yang sama pada 0 ° C dan 42 ° C. Hal ini membuat mereka tidak bisa ddigunakan pada suhu di bawah 50 ° C.

6. Type R (Platinum / Rhodium)
Cocok untuk pengukuran suhu tinggi hingga 1600 ° C. Sensitivitasnya yang rendah (10 v / ° C) dan biayanya yang tinggi, membuat termokopel ini tidak cocok untuk digunakan pada pengukuran umum.

7. Type S (Platinum / Rhodium)
Cocok untuk pengukuran suhu tinggi hingga 1600 ° C. Sensitivitasnya yang rendah (10 v / ° C) dan biayanya yang tinggi membuat mereka tidak cocok untuk digunakan pada pengukuran umum. Karena tipe S sangat tinggi stabilitasnya, maka sering digunakan sebagai standar kalibrasi untuk titik leleh emas (1064.43 ° C).

8. Type T (Copper / Constantan)
Cocok untuk pengukuran antara −200 to 350 °C. Konduktor positif terbuat dari tembaga, dan yang negatif terbuat dari constantan. Sering dipakai sebagai alat pengukur alternatif sejak penelitian kawat tembaga. Type T memiliki sensitifitas ~43 µV/°C

Aplikasi : Untuk industri pengolahan minyak atau baja, termasuk pengukuran suhu, gas buang turbin, mesin diesel, dan proses industri lainnya. 

Main Map 

Thermistor 

Mampu mendeteksi perubahan suhu menjadi perubahan hambatan (resistansi). 
Prinsip Kerja   

Perubahan resistansi yang sebanding dengan perubahan suhu. Perubahan resistansi yang besar terhadap perubahan suhu yang relatif kecil menjadikan termistor banyak dipakai sebagai sensor suhu yang memiliki ketelitian dan ketepatan yang tinggi.
Jenis-Jenis

1. Termistor yang mempunyai koefisien negatif, yang disebut NTC (Negative Temperature Coefisient)
NTC merupakan termistor yang mempunyai koefisient negatif. Dimana bahannya terbuat dari logam oksida yaitu dari serbuk yang halus kemudian dikompress dan disinter pada temperatur yang tinggi. Kebanyakan pada material penyusun termistor biasa mengandung unsur – unsur seperti Mn2 O3, NiO,CO2, O3,Cu2 O, Fe2 O3 TiO2, dan U2 O3.
Oksida-oksida ini sebenarnya mempunyai resistansi yang sangat tinggi, tetapi dapat diubah menjadi bahan semikonduktor dengan menambahkan beberapa unsur lain yang mempunyai valensi yang berbeda disebut dengan doping dan pengaruh dari resistansinya dipengaruhi perubahan temperatur yang diberikan. Thermistor logam oksida digunakan dalam daerah 200K sampai 700K. Untuk digunakan pada temperatur yang sangat tinggi, thermistor dibuat dari Al2O3 , BeO , MgO.

2. Temistor yang mempunyai koefisien positif yang disebut PTC (Positive Temperature Coefisient).
PTC merupakan termistor dengan koefisien yang positif. Termistor PTC memiliki perbedaan dengan NTC antara lain:1.Koefisien temperatur dari thermistor PTC bernilai positif hanya dalam interfal temperatur tertentu, sehingga diluar interval tersebut akan bernilai nol atau negatif2.Harga mutlak dan koefisien temperatur dari termistor PTC jauh lebih besar dari pada termistor NTC.

Aplikasi : Pendeteksi dan Pengontrol Temperatur

MAIN MAP